Redaksi

Ngaji Kentrung III Kolosal Kembali Digelar di Lamongan

kentrung, lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Event budaya Ngaji Kentrung III kolosal kembali digelar di Lamongan. Kenduri Maestro Kentrung dalam kemasan Ngaji Kentrung III tersebut digelar dua hari, yakni Kamis – Jumat (17-18/10/2024).

Durasinya pun cukup panjang, mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Kali ini, temanya tentang ‘Rawat Budaya Seni Tutur Kentrung’.

Ketua Komunitas Ginyo Lamongan Luqman Hakim menyebut Ngaji Kentung III digelar di pendapa dan halaman Kasunanan Sunan Drajat yang berada di Desa Drajat Paciran Lamongan. Selama kegiatan diisi dengan Workshop Kentrung, Kenduri Maestro dan Kajian Kentrung.

Kegiatan ini adalah fase rawat untuk Pekan Kebudayaan Indonesia. Sebanyak tiga komunitas terlibat dalam kegiatan itu. Masing-masing Komunitas Ginyo Lamongan, Jejaring Produser Indonesia dan Makmur Djaya dari Mahasiswa IKJ Jakarta.

Dua Dewan Kurator yakni Om Alit Ambara dan Ibu Ubiet, hadir dalam Ngaji Kentrung. Hadir juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Ibu Siti Rubikah didampingi Sekdin, serta Kabid Kebudayaan.

“Kegiatan ini bukan saja bertujuan menggerakkan ekosistem kebudayaan seni kentrung di Lamongan. Namun lebih dari itu juga sebagai cara kreatif edukasi dan mengolaborasikan seni tutur kentrung,” kata Tohex, sapaan akrab Ketua Komunitas Ginyo.

Workshop Kentrung selama dua hari diisi oleh Ki Gendeng Sarkadek yang sejak kecil sangat gandrung terhadap kentrung. Hingga sekarang dirinya kerap diundang Ngentrung diberbagai acara. Peserta workshop adalah semua teater prlajar binaan Komunitas Ginyo Lamongan.

foto beritajatim
Komunitas yang terlibat dalam acara Ngaji Kentrung III

Kenduri maestro dihari pertama diisi oleh Mas Afif sebagai dalang kentrung Gresik dan Mbah Kentrung Yanuri Sutrisno dari Maestro Kentrung Blora. Untuk hari kedua penampilan khas Kentrung Gedang Ghodog yang terdiri tiga personel “Kang Yayak” dari Tulungagung dan Mbah Ahmad Sari dari Kentrung Blitar.

Untuk pengkajian kentrung dihadiri oleh Dr. Sariban dosen pascasarjana Unisda yang fokus kepada Sastra Lisan didampingi H. Rasmian, MPd, sebagai peneliti kentrung Sunan Drajat.

Adapaun hari kedua menghadirkan Dr. Autar Abdillah dosen Unesa Surabaya yang fokus dengan struktur seni tutur kentrung ditemani gus Dr. Sahrul Munir dari Ponpes Sunan Drajat.

Selain kegiatan Ngaji Kentrung yang berada di Lamongan, hal serupa akan dilaksanakan Pentas Intim Maestro di Kentrung Bate Tuban, Residensi dan Pentas Kentrung di Pati, Residensi dan Pentas Kentrung Jepara dan Residensi, serta pentas kolaboratif Group Apresiasi Seni Bondowoso. [suf]


Link informasi : Sumber

Tinggalkan komentar